Benso Sulijaya

Benso Sulijaya

Benso Sulijaya*; Hari Sunarto**

*Periodonsia Specialist Student; **Staff of Department Periodonsia

Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia, Jakarta

E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Phone: +62 812 8431091

 

Abstrak

Pendahuluan: Meningkatnya minat dan kesadaran pasien dalam penampilan gigi geligi, mendorong pasien untuk melakukan perbaikan gigi. Akhir-akhir ini trend bunny teeth makin banyak digemari oleh pasien. Trend ini adalah dengan melakukan perubahan oklusi dan ukuran dari gigi insisif maksila menyerupai gigi kelinci. Adanya perubahan oklusi akan berdampak terhadap jaringan periodontal.

Tujuan: Studi pustaka ini dibuat untuk memberikan penjelasan efek trend bunny teeth terhadap jaringan periodontal.

Diskusi: Perubahan oklusi pada trend bunny teeth akan berdampak secara tidak langsung menyebabkan trauma oklusi. Trauma oklusi akan menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal. Trauma oklusi ini terjadi dikarenakan adanya perubahan pada overjet, overbite serta ukuran dari gigi insisif anterior.

Kesimpulan: Trend bunny teeth perlu dievaluasi secara komprehensif multidisiplin ilmu. Trend tersebut akan cenderung menciptakan trauma oklusi. Perubahan oklusi akan berdampak pada penurunan kesehatan jaringan periodontal.


Kata kunci: Trend bunny teeth, periodontal, trauma oklusi

 

 

Pendahuluan

 

            Trend bunny teeth kini makin marak diminati oleh masyarakat. Beberapa public figure lokal maupun internasional juga sudah mengikuti trend tersebut. Trend bunny teeth adalah dengan melakukan perubahan dari segi ukuran dan posisi pada gigi anterior maksila menjadi menyerupai seperti gigi depan kelinci. Perubahan tersebut akan menambah kesan gigi depan atas akan terlihat lebih panjang. Tidak sedikit pula biaya yang diperlukan untuk memperoleh bentuk gigi kelinci ini. Survei dari sebuah majalah fashion menyebutkan frekuensi minat pasien wanita akan trend gigi kelinci cukup banyak.1 Sebagian wanita berpendapat bahwa memiliki gigi depan yang menyerupai gigi kelinci akan membuat mereka terlihat cantik.1

            Keindahan gigi dan mulut sangat subjektif, hal ini yang membuat perbedaan pandangan mengenai apa yang disebut keindahan.2 Estetik wajah bergantung besar pada penampilan gigi insisif maksila. Pemilihan gigi tiruan yang ideal penting dilakukan untuk mendapatkan estetik yang optimal.3 Pandangan tentang bunny teeth ini berbeda dengan konsep hubungan oklusi dan proporsi gigi insisif.2

            Pada dekade terakhir, terdapat perkembangan interdisiplin ilmu, antara dokter gigi, ortodontis dan periodontics dalam perbaikan senyum, sekarang ini dikenal dengan istilah “Periodontal Kosmetik”.4 Prinsip tujuan dalam perawatan estetik gigi dan gusi juga melibatkan integritas senyum, wajah dan individu secara umum.3

            Trend bunny teeth perlu dikaji lebih spesifik. Dari sudut pandang periodontal, adanya perubahan pada ukuran, bentuk dan oklusi akan berdampak pada kesehatan jaringan periodontal.

 

Tujuan

Memberikan penjelasan mengenai efek trend bunny teeth terhadap jaringan periodontal.

 

Diskusi

Trend bunny teeth mulai makin dikenal sejak tahun 2013.1 Pada trend ini, gigi insisif sentral maksila dilakukan perubahan ukuran dan digunakan material seperti porcelain atau vinyl untuk melapisi gigi tersebut. Perubahan yang terlihat adalah ukuran gigi insisif sentral maksila akan menjadi lebih panjang dalam arah serviko-incisal. Berikut gambar beberapa tokoh dengan trend gigi kelinci (Gambar.1)5

 

Gambar 1. Penampilan dengan Trend Gigi Kelinci5

 

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai bunny teeth, maka pelu diketahui mengenai oklusi terlebih dahulu. Oklusi berasal dari kata occludere yang mempunyai arti mendekatkan dua permukaan yang berhadapan sampai kedua permukaan tersebut saling berkontak. Secara teoritis, dalam beberapa literatur oklusi didefinisikan sebagai hubungan biologis yang dinamis antara semua komponen sistem gabungan dari mulut dan rahang terhadap permukaan gigi-gigi yang berkontak dalam keadaan mengunyah (berfungsi). Pada oklusi gigi anterior, permukaan palatal gigi insisif maksila akan berkontak dengan permukaan insisal gigi rahang bawah. Overjet dan  overbite cenderung berkurang dengan usia disebut juga atrisi. Overbite pada oklusi normal biasanya tidak melebihi 1/3 panjang gigi insisif mandibula.

 

Overjet didefinisikan sebagai proyeksi arah horizontal dari gigi anterior maksila dengan antagonisnya saat relasi sentris. Sedangkan overbite adalah proyeksi arah vertikal dari gigi anterior maksila dengan antagonisnya saat relasi sentris.6 Oklusi ideal setelah gigi permanen tumbuh sempurna memiliki parameter standar 1-3 mm untuk overjet dan overbite. (Gambar.2)6

Gambar 2. Overjet dan Overbite Gigi Anterior6

 

Pada kondisi bunny teeth maka terjadi perubahan oklusi. Hal itu terlihat dari overbite gigi insisif sentral yang bertambah. (Gambar 3)

Gambar 3. Kondisi Bunny teeth Menyebabkan Kondisi Deep Bite Anterior7

 

Kondisi over deep bite anterior akan menyebabkan kondisi trauma oklusi. Over deep bite ini akan menciptakan blocking atau hambatan saat artikulasi gigi ke arah anterior. Hal ini disebabkan arah beban yang jatuh ke gigi tidak dapat ditolelir oleh jaringan periodontal gigi.

 

Trauma Oklusi

Trauma oklusi sering diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Trauma oklusi primer merupakan sebutan untuk gaya abnormal yang membebani struktur periodontal yang normal. Contoh dari trauma oklusi primer adalah restorasi yang tinggi, bruksism, ektrusi gigi serta pergerakan ortodonti . Sedangkan trauma oklusi sekunder merupakan efek gaya yang mungkin normal, namun mengenai jaringan periodontal yang telah melemah. Contoh dari trauma oklusi sekunder adalah trauma oklusi pada gigi dengan periodontitis.8

Tanda-tanda klinis dari trauma oklusi adalah mobilitas gigi, nyeri saat mengunyah, perkusi positif, fremitus positif, adanya prematur kontak, faset pada permukaan oklusal, migrasi gigi, fraktur gigi, sensitif terhadap suhu. Sedangkan secara radiografik, terlihat adanya pelebaran ruang ligament periodontal, kerusakan tulang (vertikal dan pada daerah furkasi) serta resobsi akar.8

Ketika terjadi trauma oklusi maka jaringan osseous tidak dapat mentolerir beban, artinya jika beban jatuh ke tulang, maka jaringan akan resorbsi. Kerena gigi selalu menerima beban oklusal, maka ligamen periodontal akan mengontrol beban ini. Ligamen periodontal terbentuk dari serat jaringan penghubung kolagen yang mempertahankan gigi pada tulang soket. Serat ini melintang oblique dari sementum, meluas ke oklusal berikatan dengan alveolus.  Ketika beban jatuh ke gigi, serabut mendukung gigi dan tarikan/tension terjadi pada perlekatan alveolar. Tekanan merupakan beban yang tidak dapat diterima oleh jaringan osseous, namun tarikan/tension akan menstimulasi pembentukan osseus. Oleh karena itu, ligamen periodontal mampu mengubah beban yang merusak/pressure menjadi beban yang dapat diterima/tension. Ligamen periodontal adalah shock absorber dalam mengatur beban oklusi yang jatuh ke tulang. (Gambar 4)

Arah Hambatan

 

B

 

A

 

Graphic showing the periodontal ligament being compressed at (a) and stretched at (b)

 

Gambar 4. Pada kondisi bunny teeth dengan over deep anterior maka arah hambatan yang terjadi akan menyebabkan trauma oklusi pada gigi; Daerah A akan mengalami resobsi; Daerah B yang mengalami tension atau tarikan.

 

Kajian Trend Bunny teeth

Pada saat melakukan perbaikan oklusi khususnya di regio anterior, perlu diperhatikan konsep tentang kedokteran gigi kosmetik. Penting diantaranya memperhatikan karakteristik bentuk dan proporsi gigi, karakter estetik gingiva serta proporsi antara gigi dan gingiva (kontak, penghubung, dan embrasure gigi).4

Proporsi gigi (serviko-incisal dan mesio-distal). Banyak peneliti berpendapat bahwa proporsi senyum harus diharmonisasikan dengan wajah. Lebar mesio-distal yang ideal dari gigi insisif maksila seharusnya berkisar 80% dari lebar serviko-incisalnya (Gambar 5). Semakin besar ratio antara lebar mesio-distal dengan serviko-incisal maka akan gigi insisif tersebut akan terlihat semakin kotak (Gambar 6). Sebaliknya semakin kecil rasionya maka gigi insisif tersebut akan terlihat semakin panjang atau oval.4

Gambar 5. Menunjukan proporsi ideal dari lebar mesio-distal sebesar 80% dari lebar serviko-incisal pada gigi insisif.4

Gambar 6. Ratio lebar mesio-distal dan serviko-incisal lebih kecil dari normal, sehingga gigi insisif terlihat berbentuk kotak.4

 

Kesimpulan

Trend bunny teeth perlu dievaluasi secara komprehensif multidisiplin ilmu. Trend tersebut  akan menciptakan kondisi over deep bite anterior yang memicu trauma oklusi akibat blocking saat gerak artikulasi ke anterior. Trauma oklusi akan berdampak pada penurunan kesehatan jaringan periodontal yang diikuti rusaknya ligament periodontal dan tulang alveolar. Pada perbaikan oklusi gigi anterior, perlu diperhatikan konsep tentang kedokteran gigi kosmetik dan kesehatan jaringan periodontal.

 

Daftar Pustaka

1. Karina Lopulisa, Moeis M. Trend Terkini Bedah Kosmetik, 2014.

2. Brian J Schabel, Lorenzo Franchi, Tiziano Baccetti, McNamara JA. Subjective VS Objective Evaluation of Smile Estehetics. Am J Orthod Dentofacial Orthop 2009;135:S72-79.

3. Pascal Magne, German O. Galluci, Belser UC. Anatomic Crown Width/Length Ratios of Unworn and Worn Maxillary Teeth in White Subject. J Prosthet Dent 2003;89:453-461.

4. Sarver MD. Principles of Cosmetic Dentistry in Orthodontic: Part 1. Shape and Proportionality of Anterior Teeth. Am J Orthod Dentofacial Orthop 2004;126:749-753.

5.http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.mytrans.com/static/thumbnails/2014/06/13/insertp-13062014-3.jpg%.

6. Osmar A. Cuoghi, Rodrigo C. Sella, Igo Mamede, Fernanda A. de Macedo, Yesselin M. Miranda-Zamalloa, Marcos R. de Mendonca. Overjet and Overbite Analysis During The Eruption of The Upper Permanent Incisors. Acta Odontol. Latinoam 2009;2009(22):221-226.

7.https://yourdecision.oten.tafensw.edu.au/pluginfile.php/128/mod_resource/content/3/HLTDA303B%20-%20Unit%20Sample/knowledge/orthodontics/orthodontics.htm.

8. Dave CR. Trauma from Occlusion: a Review. Clinical Update 2004;26(1):25-27.

 

Please publish modules in offcanvas position.